YANG PERLU DIHINDARI SEBELUM MENIKAH KETAHUI PANTANGANNYA MENURUT ADAT JAWA

Apakah anda memiiki keturunan jawa atau calon pasangan anda berasal dari tanah jawa maka ada baiknya anda memiliki pengetahuan mengenai pantangan maupun mitos larangan apabila anda ingin menikah dalam adat Jawa. 

Didalam adat Jawa berbagai mitos serta kepercayaan telah tertulis di dalam sebuah kitab Primbon. Isinya dari kitab primbon tersebut berfungsi sebagai pedoman yang menjadi sebuah pertimbangan dalam bersikap atau mengambil suatu tindakan dalam menjalani kehidupan dan satu diantaranya adalah dalam hal pernikahan.

Mitos maupun larangan ini memiliki sebuah niatan baik agar hari bahagia anda bisa berjalan mulus dan dihindarkan dari segala hal – hal buruk. Didalam sebuah Pernikahan yang sakral mematuhi kepercayaan adat turun temurun yang telah dipercayai tidak ada salahnya. Kali ini calonku.com telah merangkumnya untuk menambah khasanah pengetahuan anda.


Larangan Bepergian Jauh
Sebaiknya calon pengantin tidak bepergian jauh saat menjelang pernikahan walaupun ada hal yang mendesak karena untuk menghindari sebuah hal yang tidak diinginkan misalnya saja terjadi sebuah kecelakaan dalam perjalanan.  Sebaiknya pengantin selalu berdoa pada tuhan yang maha kuasa agar selalu dijaga dari segala marabahaya.


Calon pengantin tidak berenang

Calon pengantin baiknya tidak berenang agar menghindari musibah tenggelam atau tidak berenang di sungai agar tidak ada hewan liar yang berbahaya dan mengancam nyawa. Pengantin dipercaya memiliki aura yang menarik sehingga diharapkan auranya tidak mengundang hal negative.


Calon pengantin bertemu pasangan

Apakah anda sudah familiar dengan istilah pingit? tujuannya adalah untuk menjaga aura kecantikan dari pengantin sehingga diharapkan saat nanti menjalani biduk rumah tangga maka tidak cepat bosan.


Calon pengantin tidak mendaki gunung

Sesuai kepercayaan masyarakat bahwa diyakini gunung memiliki hal gaib sehingga sebaiknya calon pengantin tidak mendaki gunung agar menghindari paparan dari  sosok gaib tersebut.


Tidak boleh membunuh binatang
Ada baiknya calon pengantin tidak membunuh hewan termasuk hewan liar dan diharapkan hewan liar tersebut tidak menyakiti calon pengantin.


Tidak Boleh Menikah di Bulan Suro atau Muharram

Orang Jawa yakin bahwa bulan Suro atau Muharram merupakan bulan keramat nan sakral untuk menggelar sebuah acara misalnya pernikahan. Dalam kitab Primbon sendiri telah dituliskan bahwa apabila larangan tersebut dibantah maka kemungkinan pihak mempelai dan keluarga akan mendapatkan musibah sehingga sebaiknya dihindari melangsungkan pernikahan pada Bulan Suro atau Muharram.


Rumah mempelai saling berhadapan? Sebaiknya Pantang Menikah 

Kepercayaan mengenai larangan tersebut masih diyakini oleh warga karena  apabila kedua mempelai masih tetap melakukan hajatan pernikahan ditakutkan kelak akan ada banyak masalah di kehidupan rumah tangga mereka sehingga untuk menghindarinya maka salah satu mempelai sebaiknya merenovasi rumahnya agar tidak saling hadap – hadapan lagi.


Menghindari Pernikahan Jilu

Istilah Jilu adalah singkatan dari “siji karo telu”.  Maknanya adalah salah satu mempelai adalah anak pertama dikeluarga sementara calon pasangan adalah anak ketiga di keluarga. Warga meyakini apabila pernikahan jilu tetap dilaksanakan  maka akan ada banyak rintangan bagi kedua calon pengantin apabila mengarungi bahtera rumah tangga.


Jangan Menentang Weton Jodoh

Biasanya sebelum menikah dalam tradisi adat Jawa ada sebuah perhitungan yang dinamakan weton jodoh yakni kecocokan pasangan. Biasanya perhitungan ini hanya dilakukan oleh para leluhur kuno.

Biasanya hasil dari perhitungan maka diketahui bahwa pasangan jodoh atau tidak berjodoh. Apabila hasil perhitungan weton tidak berjodoh, maka kedua mempelai sebaiknya tidak menentangnya karena ditakutkan akan menjadi sebuah malapetaka saat berumah tangga nantinya.

Sebaiknya kita menghormati kekayaan warisan budaya dari leluhur yang syarat akan filosofi dan makna.