RANGKAIAN LAMARAN ADAT BALI TRADISI UNIK HINGGA RESEPSI PERNIKAHAN

Tata cara Lamaran adat Bali The last paradise on earth adalah istilah yang cocok menggambarkan pulau dewata Bali selain keindahan pulau Bali yang memikat mulai dari pantai, gunung, kuil – kuil sakral dan lainnya. Masyarakat Bali juga menjunjung keluhuran yang telah dipegang teguh dari generasi ke generasi.

Pawiwahan adalah istilah bagi pernikahan dalam adat Bali. Segala persyaratannya telah diatur didalam Kitab Weda atau hukum Hindu sesuai keyakinan masyarakat Bali dimana diharapkan dengan mengikuti pedoman tersebut maka calon pengantin diharapkan bisa mendapatkan Jagaditha dan Moksa yang berarti kebahagiaan dunia dan kebahagiaan abadi.

RANGKAIAN PERNIKAHAN DALAM ADAT BALI


Kali ini calonku.com telah merangkum mengenai tata cara Pawiwahan atau pernikahan adat Bali 


Penentuan Hari Terbaik

Perhitungan hari baik akan disesuaikan dengan tanggalan agama Hindu. Diharapkan pemilihan hari baik ini bisa membuat Hari –H lancar nan berkah. Begini prosesnya calon mempelai pria datang sembari  nyedek (memberitahukan) dan pada hari rencana pernikahan sebaiknya telah disepakati oleh keluarga besar kedua calon pengantin.

Ngekeb

Ngekeb merupakan upacara yang akan mempersiapkan calon pengantin wanita dimana ngekeb memiliki tujuan mempersiapkan mental calon pengantin serta untuk berdoa kepada Ida Sang Hyang Widi diharapkan akan diberikan anugrah kebahagiaan lahir batin.

Dimana calon pengantin wanita tersebut akan membersihkan diri seperti mandi, cuci rambut serta lulur. Lulur khusus ini terbuat dari campuran beras tumbuk dan kunyit, daun merak, bunga kenanga. Lulur ini akan dioleskan ke sekujur tubuh calon mempelai wanita di sore hari lalu ia akan masuk ke dalam kamar pengantin lengkap dengan sajen dan tidak diperkenankan keluar hingga mempelai pria menjemputnya.

Saat mempelai pria tiba di kamar pengantin, maka ia akan menemui sang wanita yang ditutupi kain kuning tipis dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kain kuning itu perlambang calon calon mempelai wanita siap mengemban tugas baru dalam kehidupan rumah tangganya.

Ngungkab Lawing

Ngungkab lawang berarti membuka pintu dan bermakna membersihkan diri pada calon kedua mempelai. Calon pengantin wanita akan dijemput oleh calon pengantin pria dan dipertemukan untuk menjalani sembilan rangkaian acara meliputi Pejati dan Suci Alit, Peras pengambean, Caru ayam brumbun asoroh, Bayekawonan, Prayascita, Pangulapan, Segehan Panca Warna, Segehan seliwang Atanding, dan Segehan Agung.

Serangkaian prosesi dilaksanakan dalam upacara ini mulai dari menyentuhkan kaki pada Kala Sepetan, kegiatan jual dan beli diantara mempelai, menusuk tikeh dadakan yang dilakukan mempelai pria merupakan simbol kekuatan Lingga dan Yoni. Lalu Memutuskan benang pada batang pohon dadap sebagai tanda kedua mempelai siap memasuki dunia baru dengan kehidupan berkeluarga.

Upacara Mewidhi Widana

Prosesi mewidhi widana dipimpin oleh sulinggih atau pemuka agama dan genta akan dibunyikan mengiringi upacara ini dilakukan yang bertujuan untuk menyempurnakan upacara pernikahan sekaligus pembersihan diri kedua mempelai.

Kedua calon pengantin diperkenankan menuju pura merajan di pekarangan rumah, yang bertujuan memberitahukan hadirnya keluarga baru kepada para leluhur sekaligus meminta ijin dan restu agar pernikahan langgeng serta dikaruniai keturunan yang baik.

Upacara Mejauman (Ma Pejati)

Upacara Mejauman (Ma Pejati) adalah saat wanita mengikuti sang suami datang kembali ke rumah keluarga wanita dan didampingi keluarga besar sekaligus memohon ijin meninggalkan  secara niskala pada leluhur keluarga wanita.

Natab Pawetonan

Ritual natab pawetonan dilakukan yaitu menyerahkan seserahan berupa barang berharga dari mempelai pria kepada ibu mempelai wanita yang merupakan simbol tugas sang ibu telah selesai dan tanggung jawab telah berpindah pada suami.


Bekal (Tadtadan)

Bekal (tadtadan) adalah memberikan seperangkat perhiasan maupun pakaian ibadah dari ibu kepada anak wanitanya dengan simbol agar sang anak mengingat  jasa-jasa ibunya yang berjuang melahirkannya. Pakaian ibadah adalah lambang agar selalu beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa.


Mejaya-jaya

Mejaya-jaya adalah rangkaian akhir dari 7 pernikahan adat Bali dan bisa dilaksanakan saat kedua pengantin sah menjadi suami istri, tujuannya agar pasangan suami istri yang baru ini diberi kemudahan dan panduan dari para Sanghyang Pramesti Guru.

Kedua pengantin baru harus tetap tinggal dirumah selama 3 hari untuk melakukan kewajibannya sebagai suami istri. Diharapkan akan mempererat ikatan suami istri serta suami bisa membimbing istrinya. Sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dari pihak istri sehingga tali kekeluargaan terjalin erat.

Semoga serangkaian pernikahan adat Bali ini bisa membantu pembaca calonku.com yang ingin menikah dengan adat Bali bisa mendapatkan informasi penting sekaligus wujud memperkaya khasanah pengetahuan akan nusantara .