3 Pertanyaan Psikologis Sebelum Menikah

Pertanyaan Sebelum Menikah Menjalani pernikahan tentunya bukan hanya bicara soal romantisme antara laki-laki dengan perempuan. Tapi lebih jauh soal kemandirian, dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berdua selamanya. Tiga pertanyaan psikologis sebelum menikah di bawah ini mungkin bisa membantu kamu menilai diri kamu sendiri.

Kesiapan mental dalam menjalani pernikahan tentunya harus diperhatikan. Karena setelah menikah, masalah yang akan muncul bukan hanya akan tentang diri kamu sendiri, melainkan berdua dengan pasangan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi psikologis diri kamu sendiri. Oleh karena itu, kamu perlu mengukur kesiapan kamu dalam menjalani bahtera rumah tangga nantinya.

Pertanyaan sebelum menikah apa saja yang harus kamu jawab?

Berikut adalah daftar pertanyaan kesiapan kamu dalam hal psikologis sebelum menikah :

1. Bagaimana Menghadapi Konflik dan Stress Sebagai Suami atau Istri

Pertanyaan yang pertama adalah tentang cara mengatur emosi, melihat konflik, dan mencari solusi. Bukan berarti menikah dan hidup bersama dengan orang yang dicintai, tidak akan menimbulkan banyak masalah. Akan datang banyak masalah yang mungkin kamu tidak akan duga.

Masalah yang akan datang bukan hanya akan melibatkan diri kamu saja, melainkan bersama pasangan kamu sendiri. Lalu akan bagaimana kamu mengontrol emosi diri kamu sendiri jika pasangan kamu yang menimbulkan masalah tersebut?

Bagaimana kamu akan bereaksi dengan emosi istri atau suami? Bagaimana kamu tahu jika pasangan hidup kamu sedang sedih atau sedang merasa bahagia? Bagaimana cara kamu mengatur emosi tersebut? Semuanya harus dipikirkan baik-baik.

2. Apakah Kamu atau Pasangan Kamu Berharap untuk Berubah?

Kamu dengan pasanganmu harus mendiskusikan kebiasaan masing-masing. Apakah sikap yang dia lakukan perlu untuk dirubah? Atau sikap yang kamu rasa dalam diri kamu perlu untuk dirubah?

Semuanya harus didiskusikan secara bersama, dalam hal ini apakah kamu dengan pasanganmu dalam satu tujuan yang sama? Kamu tentunya tidak mau jika sikap pasangan yang kamu nikahi menjadi berbeda setelah menjadi suami atau istri.

Walaupun demikian, kamu juga harus mempersiapkan diri dengan sikap dan sifat dari pasanganmu yang tidak pernah kamu lihat selama kamu berpacaran. Karena setelah melakukan pernikahan, semua hal baik dan jelek dari pasangan kamu akan kamu lihat setiap harinya.

3. Bagaimana Cara Kamu Menghadapi Masalah Besar dalam Keluarga? Anak? Uang? Bahkan Perselingkuhan?

Banyak pasangan muda yang menghindari ketiga pertanyaan ini, karena takut akan membunuh romansa kebahagiaan sedang mereka jalani. Padahal ketiga pertanyaan psikologis sebelum menikah ini sangat penting untuk dibicarakan.

Bicarakan banyak hal mengenai parenting? Apakah kamu akan memilih untuk memiliki anak atau tidak? Atau mungkin kamu perlu membicarakan seberapa banyak anak yang kamu mau.

Selain itu, kamu juga perlu mempertanyakan konsekuensi dari perselingkuhan. Walaupun terasa getir untuk mempertanyakan hal tersebut. Tapi setidaknya kamu akan merasa aman setelah melakukan pernikahan.

Jangan lupa juga untuk membicarakan masalah keuangan. Bagaimana kondisi keuangan masing-masing? Mimpi yang akan diraih? Cara mengatur keuangan berdua untuk mencapai financial goals dalam keluarga.

Kesimpulan Walaupun kamu terjebak dalam euforia kesenangan dalam mempersiapkan pernikahan akan konsep, gaun, hingga undangan pernikahan. Cobalah sejenak untuk mempertanyakan diri satu sama lain.

Romantisme pernikahan tidak akan berjalan selamanya, akan ada kalanya masalah menimpa pernikahan kalian berdua. Oleh karena itu, 3 pertanyaan psikologis sebelum menikah di atas akan membantu kamu dalam menyelesaikan masalah tersebut.